Pemancingan Desa Sebagai Sarana Hiburan dan Pendapatan
Senin 30 Oktober 2017

Brajan – Pemancingan merupakan bisnis yang masih memiliki prospek yang cerah. Berawal dari bantuan pemerintah kabupaten memberikan sokongan bantuan berupa bibit, pakan dan kolam lele di desa Brajan beberapa tahun silam. Suprapto menjadi salah satu warga desa yang membulatkan tekat membuka pemancingan sederhana yang menjadi pencukup kebutuhan ekonominya.

Beratapkan seng dan tempat duduk dari bambu setiap hari kamis dan minggu pemancingan sederhana ini banyak didatangi oleh kaum laki-laki. Pemancingan dengan lebar 7 x 4 meter dan kedalaman 80 cm ini biasa dibuka pada saat bada Isya hingga subuh dini hari dimana banyak pelanggannya berasal dari wilayah luar desa Brajan.

Suprapto hanya mengenakan biaya lima belas kilogram untuk setiap kilogram lele, pengunjung dapat memancing sepuasnya. Dalam pemancingannya, Suprapto memberikan peraturan yang cukup unik. Suprapto tidak memperbolehkan ikan tangkapan pemancing dibawa pulang. Jika ada pemancing yang mendapatkan lele akan dibeli kembali seharga sepuluh ribu rupiah, jadi hitungannya Suprapto hanya menyewakan tempat pemancingan seharga lima ribu rupiah per malamnya. Selama kurang lebih empat tahun menyediakan tempat pemancingan lele setidaknya dalam sekali buka Suprapto bisa mengantongi lebih kurang lebih enam ratus ribu per minggu. Suprapto mengungkapkan keinginannya untuk bisa memperluas kolam pemancingannya dan memperbahuri tempat pemancingan agar para pemancing bisa aman dan nyaman menggunakan jasa pemancingannya.

Uniknya mereka yang memancing tidak membutuhkan umpan, menggunakan teknik memancing “setekan” pemancing hanya menunggu lele menyambar kail dengan keseimbangan siap sigap menarik senar pancing. Bagaimana anda juga ingin merasakan memancing lele dengan teknik “setekan”? anda bisa mencobanya dengan datang ke Dukuh Karangjoho RT 08/ RW 02 atau menghubungi 081226273070.

Berita Terkini
Wakil Bupati Lantik Pejabat Baru
Senin 23 Oktober 2017