Berkreasi Melalui Kesenian Islami
Senin 30 Oktober 2017

Brajan Dalam kesenian Islam, kesenian hadrah atau rebana merupakan primadona. Kesenian dengan unsur religius ini identik dengan ibu-ibu sebagai penampilnya. Salah satu kesenian Hadroh yang sampai sekarang masih aktif dibawah kepengurusan Pesantren Akmaliah Salafiah, Pusat Kajian Tauhid Dan Hakikat Hingga Ma’rifah yang berada di Dukuh Ledok, bernama Baitusallam 1001.

Hadroh Baitusallam 1001 bagi anggota memilki arti sendiri dari sekian banyaknya kesenian berjumlah 1001 diantaranya ada baitusallam yang menjadi kesenian unggulan. selama lebih kurang 10 tahun berdiri Baitusallam 1001 diketuai oleh Mujiman dan Dadi yang membuat keberlangsungan hadrah mampu bertahan di era kesenian modern. Beranggotakan dua puluh orang wanita yang mayoritas berstatus ibu rumah tangga, ini mengadakan latihan rutin setiap satu minggu sekali bertempat di Pendopo Pesantren.

Salah satu anggota Hadroh Baitusallam 1001 mengungkapkan kesenian islami di desa brajan haruslah dijaga dan dilestarikan oleh seluruh masyarakat selain dukungan secara moril, Baitusallam 1001 juga berharap adanya donatur yang sekiranya ingin memberikan sedikit rejeki berupa peralatan atau seragam pentas.

Hadroh Baitusallam 1001 kerap diundang untuk mengisi acara-acara desa dari pengajian, ngunduh mantu, hingga acara tahunan umat muslim. Hadroh Baitusallam 1001 menjadikan setiap kegiatan sebagai bagian dari dakwah, bila ada tanggapan mereka tidak pernah memasang tarif tertentu. Hadrah Baitusallam 1001 memiliki penerus yang beranggotakan anak-anak Sekolah Dasar dukuh setempat, mereka juga kerap tampil sebelum hadroh Baitusallam 1001 dewasa tampil. Bila anda ingin melihat penampilan apik dari Hadroh cilik lantunan merdu dari Baitusallam 1001? Bisa menghubungi 081228402965.

Berita Terkini
Wakil Bupati Lantik Pejabat Baru
Senin 23 Oktober 2017