Selamat Datang di Desa

Selamat Datang di Desa Brajan

Sejarah berdirinya desa brajan ,awal mula berdirinya desa Brajan yaitu dari perjalanan penyebaran agama islam yang dibawa kyai Torono . Kyai Torono melakukan perjalanan menuju kediaman saudaranya yaitu kyai Wonokerto yang ada di gunung tugel dan kyai Wonosari yang ada di Gatak Klepu di dalam perjalanan beliau membekali diri dengan sebuah pusaka yang dinamai kyai Brojo yang berwujudkan sebuah keris .

Suatu ketika  Kyai Torono singgah disuatu tempat  dan kyai Torono pun menamai tempat tersebut dengan nama Brajan yang di ambil dari nama pusaka yang beliau bawa . Dan dari situlah Desa Brajan terbentuk, sebelum terbentuknya desa wilayah brajan sebagian besar masih berupa tegalan .

Desa Brajan memiliki wilayah seluas 298,0695 Ha. Wilayahnya sendiri terdiri dari pekarangan/ bangunan/ empla semen seluas 122 Ha dan tanah tegal atau kebun 2 Ha. Untuk tanah sawah terbagi menjadi dua bagian yakni irigasi teknis seluas 174 Ha dan irigasi setengah teknis seluas 123 Ha. Secara geografis, batas wilayah Desa Brajan sebelah utara berbatasan dengan Desa Dlingo, sebelah timur dengan Desa Mojolegi/Tawangsari, bagian selatan dengan Desa Kragilan, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Metuk.

Wilayah Desa Brajan yang rawan bencana terutama tanah longsor/erosi terjadi di Dukuh Randusari, Lemahbang, Tegalsari, Ledok, dan Tegalgeneng. Area persawahan yang terletak bagian utara dukuh Tegalsari ataupun selatan Lemah abang kerap terjadi erosi  atau longsor karena berbatasan dengan sungai. Jalan poros desa yang masuk ke wilayah Desa Brajan baik dari arah barat yaitu Desa Metuk ataupun dari arah timur yaitu Desa Tawangsari jalannya mudah terkena erosi karena letak jalan tersebut berada lebih tinggi dari kanan kiri areal jalan poros.

Potensi & Pariwisata Desa
Berita Terkini